RIAU, Arcus.id – Pendeta Ananda Kezia br. Sebayang, S.Th mengatakan, kondisi Indonesia, rumah kita sedang tidak baik-baik saja karena tekanan ekonomi dan menimbulkan keresahan, kecemasan dan juga soal Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
“Melihat kondisi kita belangan ini kita sebagai rakyat Indonesia, kita sebagai jemaat Tuhan, kita perlu jujur mengakui bahwa rumah kita Indonesia sedang tidak baik-baik saja,” ungkap Pendeta Ananda.
Menurut Pendeta Jemaat GPIB Jemaat Ekklesia, Dumai Pos Pelkes Immanuel, Tanjung Medang, Riau ini dalam “Morning Call” GPIB, Rabu (28/10/2026) mengurai Firman Tuhan Ibrani 3 : 1 – 4, tekanan ekonomi, keresahan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah, persoalan terkait kebebasan berpendapat hingga Karhutla yang terus menjadi persoalan membuat banyak orang menjadi cemas dan kemudian mempertanyakan keamanan masa depan.
Ditengah keadaan seperti ini, katanya, tidak boleh kehilangan pengharapan atau membiarkan perbedaan itu semakin meruntuhkan persaudaraan yang telah dibangun.
“Sebagai orang percaya kita memiliki tanggung jawab untuk terus menghadirkan Kasih Kristus memperjuangkan kebenaran serta menujukkan kesetiaan didalam kehidupan bersama,” tandas Pendeta Ananda.
Dikatakan, membangun rumah bukan hanya tentang memiliki tempat untuk tinggal tetapi juga tentang menciptakan ruang yang aman, adil dan penuh kasih bagi setiap orang.
Menurutnya, sebuah rumah tidak akan mampu untuk berdiri kokoh jika orang-orang didalamnya sibuk untuk merusak dinding-dindingnya sendiri, atau membiarkan atap-atap bocor tanpa memperbaikinya. Doakanlah pemerintah, jagalah kesatuan dan kebersamaan dengan rakyat karena itu dibutuhkan.
“Mulailah dari Langkah yang kecil untuk perubahan yang besar. Mari bersama menjadikan Indonesia bukan hanya sekadar untuk kita tempat menumpang hidup atau yang kita sebut dengan “House” melainkan menjadikan Indonesia negara kita ini menjadi tempat dimana melalui Kasih Kristus keadilan dirasakan dan kedamaian benar-benar dirasakan oleh semua orang atau menjadikan Indonesia sebagai “Home” kita,” tuturnya.
Tetaplah untuk setia memancarkan terang Kristus ditengah kehidupan bersama. /fsp

Comment